Prematuritas hingga saat ini masih menjadi masalah global di dunia. Prematuritas juga bertanggung jawab terhadap mayoritas kematian neonatus. Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil (maternal) dan faktor obstetrik yang berhubungan dengan persalinan preterm di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Studi ini merupakan studi deskriptif observasioanal dengan desain potong lintang yang dilakukan pada wanita dengan usia kehamilan <37 minggu dan melahirkan antara Januari - Desember 2014. Data yang dikumpulkan meliputi usia ibu, paritas, riwayat Preterm Premature Ruptur of Membrane (PPROM), penyakit ibu khususnya preeklamsia, penggunaan kortikosteroid antenatal untuk mematangkan paru, cara persalinan, skor Apgar 5 menit dan jenis kelamin bayi. Selama periode studi terdapat 2447 persalinan dengan prevalensi persalinan preterm sebesar 41,32%. Hampir setengah dari kelahiran prematur mengalami PPROM sebelum bayi lahir. Janin berjenis kelamin laki-laki memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kelahiran prematur (p 0.036, OR 1.375, 95% CI 1.020-1.854). Ibu usia <35 hampir dua kali lipat risiko mengalami PPROM dibandingkan ibu ?35. Menjadi nulipara juga meningkatkan risiko PPROM lebih dari 1,6 kali lipat (OR 1.663, 95% CI 1.213-2.278). Penyakit ibu seperti Diabetes Mellitus tipe 2, penyakit ginjal, jantung, autoimun, keganasan dalam kehamilan, penyakit tiroid dan infeksi sistemik memberikan risiko melahirkan prematur dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan preeklamsia. Faktor keseluruhan terbesar yang terkait dengan kelahiran prematur adalah janin laki-laki. Pada kehamilan tunggal, usia dan paritas secara statistik berhubungan dengan PPROM pada persalinan prematur.
Copyrights © 2021