Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering terjadi pada wanita adalah keputihan/fluor albus. Keputihan dapat terjadi pada semua wanita termasuk pada remaja dan sering kali disebabkan oleh infeksi. Infeksi bisa terjadi karena tidak terjaganya kesehatan organ reproduksi, salah satunya akibat pemakaian pantyliner yang dapat memicu kelembapan dan mempengaruhi suhu pada area genitalia. Berdasarkan hal tersebut, studi ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan antara penggunaan pantyliner dengan kejadian fluor albus pada mahasiswi Universitas X di Jakarta. Studi ini menggunakan metode analitik korelasi dengan desain potong lintang. Subjek studi sebanyak 130 responden dengan menggunakan kuesioner sebagai alat penggambilan data. Kuesioner berisi pertanyaan tentang penggunaan pantyliner dan kejadian fluor albus dan hasilnya dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil studi ini diperoleh 48 (36,9%) respoden menggunakan pantyliner mengalami kejadian fluor albus. Hasil dari Chi-square didapatkan nilai p < 0,05 (PR 1,736), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemakaian pantyliner dengan kejadian fluor albus dan meningkat 1.736 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak memakai pantyliner.
Copyrights © 2021