Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan suatu ancaman bagi kesehatan di seluruh dunia. Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat digunakan dalam penentuan status gizi, namun IMT tidak dapat melakukan pengukuran komposisi tubuh dengan tepat karena tidak dapat membedakan massa lemak dan massa bebas lemak. Tujuan studi ini adalah untuk melihat kesesuaian gambaran pola status gizi berdasarkan IMT dan komposisi tubuh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015 dan 2016. Studi ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross-sectional. IMT didapatkan dari pengukuran berat badan dan tinggi badan sedangkan komposisi tubuh dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Subyek studi sebanyak 81 subjek yang terdiri dari 25 laki-laki dan 56 perempuan. Hasil studi didapatkan status gizi normal dan berlebih dengan massa lemak kurang pada 25 subjek penelitian laki-laki masing-masing sebanyak 8%, dan status gizi berlebih dengan massa lemak normal sebanyak 48%. Pada 56 subjek penelitian perempuan didapatkan status giziĀ kurang dengan massa lemak normal dan status gizi normal dengan massa lemak berlebih masing-masing sebanyak 3,6%, status gizi normal dengan massa lemak kurang sebanyak 12,5%, dan status gizi berlebih dengan massa lemak normal sebanyak 14,3%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat ketidaksesuaian pemetaan status gizi berdasarkan IMT dan komposisi tubuh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015 dan 2016.
Copyrights © 2021