Kebutuhan air minum domestik dan non domestik saat ini bersumber dariair permukaan dan air tanah. Meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan lahanpermukiman serta kegiatan lainnya (industri dan pariwisata) memerlukanpeningkatan persediaan sumber daya air.Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kondisi sumber daya air yang adapada saat ini, menganalisa kondisi perbandingan jumlah kebutuhan air denganketersediaan sumber daya air yang ada yang diketahui dengan menghitung neraca airhingga 2032 dan untuk mengevaluasi dan merumuskan strategi optimalisasipengelolaan sumber daya air di Kabupaten MojokertoDari perhitungan dengan metode neraca air yang telah dilakukan pada Skenario I(ketersediaan air yang ada dianggap konstan) kebutuhan air di Kabupaten Mojokertodengan optimalisasi Sungai Brantas. Pada Skenario II (mempertimbangkan sumberair, mata air, serta embung) dan pengaruh degradasi lingkungan.Kesimpulan dari penelitian ini pada skenario I adalah bahwa daya dukungsumber daya air Kabupaten Mojokerto saat ini kondisinya masih tercukupi hinggaTahun 2036 dengan kebutuhan air sebesar 41.892.326 m3/tahun dibandingketersediaan air sebesar 6.949.846.656 m3/tahun. Namun kondisi ini akan berbedaapabila tidak diimbangi dengan langkah-langkah konkret untuk menjaga kelestarianlingkungan hidup yang ada serta upaya optimalisasi potensi Sungai Brantas.Sedangkan Skenario II di Kabupaten Mojokerto akan mulai mengalami kekuranganair pada Tahun 2019 yaitu dari kebutuhan air sebesar 41.892.326 m3/tahun dibandingketersediaan air sebesar 38.493.377 m3/tahun. Untuk memenuhi kebutuhan airberikutnya diperlukan kebijakan yang berwawasan lingkungan didasarkan padakonsep social learning dengan strategi yang memperhatikan masalah demand andsupply
Copyrights © 2021