Kualitas batubara perlu diketahui untuk menentukan apakah batubara tersebut menguntungkan untukditambang.Kualitas batubara disetiap tempat penambangan mempunyai nilai yang berbea-beda.Untuk mengatasi nilaikalor yang rendah, perusahaan melakukan metode blending atau pencampuran dengan batubara kualitastinggi.Komposisi pencampuran haruslah tepat agar didapat kualitas batubara yang paling optimal.Untuk itu perludilakukan penelitian lebih mendalam tentang kualitas batubara di provinsi Riau.Untuk menentukan kualitas batubara digunakan metoe analisis proksimat dan analisis ultimat. Hasil analisis batubara dari tambang yang ada di Riau, yaitu diLogas, berada pada kategori batubara muda dengan nilai kalor 5264 KCal/kg, kurang dari 5700 Kcal/kg. Batu bara daritambang Selensen dan Pangkalan memiliki nilai kalor yang hamper mendekati, masing-masing 6525 KCal/kg dan 6754Kcal/kg, batubara ini masuk dalam kategori Sub bituminous. Batura muda yang ada di Logas cenderung memiliki unsurpencemar udara besar.Untuk mengurangi dampak pencemaran udara dari unsur pengotor tersebut dapat dilakukandengan proses blending dengan batubara yang memiliki kualitas lebih baik, seperti dari Selensen maupun dariPangkalan.
Copyrights © 2016