Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunan agregat kasar dimana modulus halus butirnya tidakmemenuhi syarat yang ditetapkan pada campuran beton. Sampel agregat kasar diambil dari tiga desa yang terdapat diKabupaten Kuantan Singingi. Hasil uji propertis terhadap nilai Modulus Halus Butir (MHB) masing-masing sampeladalah desa Kari 4,36, Desa Pulau Aro 4,60 dan Desa Seberang Taluk 2,96. Perencanaan campuran menggunakan mutubeton rencana 22,5 MPa dengan menggunakan metoda SK-SNI. Pembuatan sampel benda uji untuk pemeriksaan kuattekan pada umur 28 hari sebanyak 3 benda uji berbentuk selinder terhadap masing-masing campuran. Pemeriksaan campuran berupa test slump untuk Desa Kari 180 mm, Desa Pulau Aro 75 mm dan Desa Seberang Taluk 80 mm nilaiini memenuhi slump rencana (60 – 180) mm. Hasil pengujian untuk ketiga desa secara umum memenuhi nilai kuattekan rencana, tetapi mengalami penurunan nilai kuat tekan akibat dari pemakaian agregat dengan MHB yang kecil.Hasil kuat tekan masing-masing campuran tersebut Desa Kari 27,93 Mpa, DesaPulau Aro 26,23 Mpa dan DesaSeberang Taluk 24,82 MPa. Selain itu efek penggunaan nilai MBH yang kecil akan menambah berat beton dan initerlihat dari hasil penimbangan beton pada umur 28 hari yaitu sampel dari Desa Kari 12,56 kg, Desa Pulau Aro 12,36Kg dan Desa Seberang taluk 12,58 kg.
Copyrights © 2016