Poroses pengecoran melalui beberapa proses yaitu, peleburan dan pemaduan logam, pembuatancetakan, penuangan logam cair kedalam cetakan, dan proses pengerjaan akhir. Setiap tahapan memilikiparameter yang ditentukan guna mendapatkan hasil pengecoran yang baik dan bebas dari cacat. Sepertipengaturan temperatur peleburan dan penuangan logam cair, sistem rongga saluran tuang, dan jenis cetakanyang digunakan. Pada industri kecil parameter proses pengecoran lebih mengikuti pengalaman, sehinggaparameter tadi tidak terukur. Pada akhirnya, hasil produk coran berkualitas rendah dan banyak terdapat cacat.Pada penelitian ini dicoba untuk mencarikan sebuah solusi dalam pengecoran produk puli pada sebuahindustri kecil. Produk akhir yang didapat masih terdapat cacat shrinkage (penyusutan). Penelitian inimenggunakan metoda kajian teori dan perhitungan mengacu pada literatur serta FEA (Finite ElementAnalisys) sebagai pendekatan terhadapat fenomena hasil pengecoran. FEA berupa simulasi komputerdigunakan untuk menganalisa sistem saluran tuang dan proses pembekuan logam cair dalam cetakan.Berdasarkan hasil penelitian terdapat kesalahan dalam perencanaan saluran tuang yang akhirnyamenyebabkan terjadinya cacat shrinkage, dalam hal ni penempatan posisi raiser dan dimensi raiser itusendiri yang tidak dapat menyuplai logam cair untuk mengatasi efek penyusutan selama proses pembekuanlogam cair.
Copyrights © 2015