Industri bambu tenun mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja daripada industri lain di Kabupaten Blora. Namun, industri ini mengalami ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek modal, produktivitas, pendidikan, panjang bisnis pada penyerapan tenaga kerja di industri tenunan bambu di Blora Regency. Data utama dari 96 pengusaha bambu yang dipilih menggunakan contoh jalan lurus yang dianalisis dengan menerapkan beberapa kemunduran linear. Hasil menunjukkan bahwa ibu kota, produktivitas, pendidikan dan panjang bisnis memiliki pengaruh positif pada penyerapan tenaga kerja di industri tenun bambu di Blora Regency. Koefisien penentuan adalah 54,34%. Mengindikasikan bahwa variabel independen (modal, produktivitas, pendidikan, panjang bisnis) dapat menjelaskan variabel yang tergantung (penyerapan kerja) dari 54,34% sedangkan sisanya 45,6% dijelaskan oleh variabel di luar studi ini.Kata Kunci: penyerapan tenaga kerja; modal; produktivitas; pendidikan; lama usaha
Copyrights © 2021