Luas lahan pertanian di Indonesia semakin menyusut setiap tahun. Hidroponik merupakan salah satu alternatif efisiensi penggunaan lahan sempit. Tanaman peppermint memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. Peppermint menghasilkan minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, pengharum dan kuliner. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan peppermint pada sistem hidroponik DFT (Deep Flow Technique) dengan asal stek dan kepadatan tanam yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari – Maret 2020 di screen house desa Ngaran 2 Kecamatan Borobudur, Magelang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah asal stek (pucuk, batang tengah dan batang bawah) dan faktor kedua yaitu kepadatan tanam (1, 2 dan 3 stek/netpot). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot basah tajuk dan akar serta bobot kering tajuk dan akar. Data dianalisis dengan analisis ragam dan diuji lanjut dengan DMRT taraf 5% pada pengaruh perlakuan yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal stek dan kepadatan tanam stek berpengaruh terhadap pertumbuhan peppermint. Penggunaan stek pucuk (A1) dengan kepadatan tanam 1 stek/netpot (B1) menunjukkan rata-rata hasil terbaik pada pertumbuhan peppermint seperti jumlah daun, jumlah cabang, bobot basah tajuk dan akar serta bobot kering tajuk dan akar.
Copyrights © 2022