Latar belakang: Remaja adalah salah satu masa transisi tercepat dalam perkembangannya sebagai individu. Perubahan fisik dan hormonal pada remaja dapat memicu masalah kesehatan karena munculnya dorongan perilaku seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi salah satunya adalah penyakit menular seksual (PMS). Orang tua merupakan faktor penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang PMS. PMS dapat menyebabkan masalah kesehatan serius dan meningkatkan biaya pelayanan kesehatan secara langsung dan tidak langsung baik negara maju maupun berkembang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang penyakit menular seksual dan peran orang tua remaja di SMAN 76 Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif analitik dan menggunakan desain cross sectional. Sampel sebanyak 36 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data diperoleh dari data primer dengan menggunakan kuesioner. Metode analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian: Menunjukkan hampir setengah responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (44%) dan lebih dari setengah responden memiliki orang tua yang berperan (61%). Tidak ada hubungan antara orang tua yang berperan dengan tingkat pengetahuan baik atau cukup (p >0,05). Simpulan: Pendidikan mengenai penyakit menular seksual dari orang tua merupakan faktor esensial yang harus diberikan kepada remaja sebagai pendidikan informal di lingkungan rumah. Sehingga peran orang tua berkontribusi penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait perilaku seksual yang dapat menyebabkan PMS.
Copyrights © 2019