Pertumbuhan kota menyebabkan banyak permasalahan salah satunyaadalah peningkatan infrastruktur yang berdampak pada pencemaranterutama pencemaran air tanah. Penduduk di wilayah SurabayaSelatan banyak menggunakan air tanah tersebut padahal secara fisiksudah tercemar, sehingga penggunaan air bersih beralihmenggunakan air pipa PDAM. Permasalahan lainnya yaitupertumbuhan penduduk dan pertumbuhan kota menyebabkan dayabuang limbah rumah tangga maupun industri makin meningkat.Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Mengetahui kondisi kualitas air diSurabaya Selatan 2. Menganalisis faktor yang mempengaruhi kondisikualitas air tanah. Metode yang digunakan adalah metode survey dananalisis laboratorium, dimana sampling dilakukan pada delapan titikdi Surabaya Selatan. Data yang digunakan adalah data primer berupahasil penelitian, sementara data sekunder yang digunakan adalahStandar Baku Mutu Kualitas Air. Pengambilan sampel dilakukan padasemua jenis sumur dan diambil 8 sampel air tanah di SurabayaSelatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air di SurabayaSelatan sudah mengalami pencemaran baik secara fisik, kimiawimaupun mikrobiologis. Secara fisik dari delapan sampel, satu memilikiwarna kuning, berbau busuk, memiliki rasa yang asin yaitu di daerahMargorejo Tangsi. Secara kimia sampel di Bendul Merisi yangmelebihi batas maksimal adalah memiliki pH asam yaitu dengan nilai6,28, untuk parameter Nitrat sampel di Jagir Sidomukti melebihi batasmaksimal yaitu 17,324, Pagesangan-Jambangan dengan nilai 12,269,Petemon dengan nilai 22,338, Dukuh Menanggal dengan nilai 17,705,Bambe Dukuh Menanggal dengan nilai 30,796. Secara mikrobiologissemua sampel tidak dianjurkan untuk diminum karena kandunganbakteri yang terdapat dalam seluruh sampel sudah melewati batasyang ditentukan sesuai Standar Baku Mutu Kualitas Air, yaitu denganhasil > 1600 per 100 ml.
Copyrights © 2018