Korban henti jantung (cardiac arrest) bisa dialami oleh siapapun,kapanpun dan dimanapun. Tidak menutup kemungkinan ada korbanhenti jantung ketika sedang melakukan aktifitas ibadah, sepertipengajian, mendengarkan ceramah, atau bahkan di tempat ibadah.Tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) harus segera dilakukan untukmencegah terjadinya kerusakan otak yang lebih parah, mengingatgolden period adalah 6-10 menit. Keterlambatan serta kesalahantindakan BHD dapat berakibat fatal bagi korban. Kemampuanmelakukan tindakan BHD harus dimiliki oleh tenaga kesehatanbahkan oleh semua kalangan termasuk muballigh. Para mubalighdiharapkan memiliki keterampilan BHD agar mampu memberikanpertolongan pertama kepada korban henti jantung. Tujuanpengabdian masyarakat ini adalah memberikan sosialisasi dansimulasi tindakan BHD pada korban tidak sadar karena hentijantung. Peserta adalah para muballigh di Kebumen sebanyak 25orang. Pretest dan posttest diberikan sebagai metode pengukurankemampuan peserta sebelum dan setelah kegiatan. Hasil pretestdidapatkan nilai rata-rata 23,28. Materi pada pertemuan pertamaadalah pengenalan korban tidak sadar meliputi cek nafas dan ceknadi. Materi pada pertemuan kedua adalah teknik pertolongankorban tidak sadar dengan tidak ada nadi dan tidak ada nafas, yaitutindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi pertemuan ketigaadalah simulasi BHD menggunakan phantom khusus BHD, yaituphantom RJP. Semua peserta diberikan waktu untuk mensimulasikanpertolongan pada korban tidak sadar, meliputi pengenalan korbantidak sadar yang dilanjutkan dengan memberikan bantuan RJP.Setelah RJP diberikan, jika korban masih tidak sadar, tidak ada nadi,dan tidak ada nafas maka tindakan selanjutnya adalah memberikanterapi kejutan listrik menggunakan automated externaldefibrillation.Hasil nilai rata-rata posttest adalah 71,35. Pesertamengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi dan simulasi BHDtersebut sangat bermanfaat, karena tidak hanya ilmu agama sajayang selalu mereka pelajari, tetapi juga ilmu dunia terkait kesehatanyang nantinya akan berguna bagi sesama.
Copyrights © 2018