Masalah gizi stunting pada balita dapat menghambat perkembangananak, dengan dampak negatif yang akan berlangsung dalamkehidupan selanjutnya. Menurut standart World Health Organization(WHO) stunting adalah gangguan linier yang disebabkan asupangizi maupun penyakit infeksi kronis yang ditunjukan dengan nilai Zscoretinggi badan menurut usia (TB/U) kurang dari -2 standardeviasi (SD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalahstunting dengan melihat distribusi dari umur dan jenis kelamin.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik denganmenggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah444 balita di wilayah Puskesmas Poncol Kota Semarang. Variabelbebas yaitu umur dan jenis kelamin. Sedangkan variabel terikat yaitukategori stunting. Analisis statistik menggunakan software SPSS versi20 dengan uji chi square. Tidak ada hubungan antara umur dan jeniskelamin dengan masalah stunting. Secara keseluruhan proporsipenderita stunting terbanyak pada balita laki-laki dan usia <2 tahun.
Copyrights © 2018