Prosiding University Research Colloquium
Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama

Konstruksi Simbolik Profesi sebagai Pengemis (Studi Kasus di Kabupaten Magelang)

Masyhuda Darussalam (Universitas Muhammadiyah Magelang)
Nur Alfian Farandhika (Universitas Muhammadiyah Magelang)
R Rofianto (Universitas Muhammadiyah Magelang)



Article Info

Publish Date
21 Jan 2019

Abstract

Banyaknya pengemis di Magelang semakin hari terlihat semakin marak dan banyak. Setiap saat para pengemis mudah dijumpai di berbagai tempat, bahkan akhir-akhir ini para pengemis sudah gemar sekali dan tidak malu lagi untuk beroperasi di perkampungan dan perumahan penduduk. Hal ini sangat disayangkan melihat perkembangan zaman yang modern namun masih saja dan belum bisa hilang dari pandangan kehidupan sehari hari. Berdasarkan pada hasil penelitian, menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya profesi pengemis ini. Penyebab ini dapat terjadi secara mandiri maupun bersama atau saling berpengaruh antara satu faktor dengan faktor yang lainnya. Faktor internalnya meliputi: (i) kemiskinana, (ii) kurangnya kemampuan dan keterampilan, (iii) keluarga, (iv) sikap mental kepribadian, (v) dan tingkat pendidikan. Sedangkan faktor eksternalnya bisa meliputi : (i) kondisi pertanian dan musim tanam, (ii) kurangnya penanganan yang baik dan tegas, (iii) meniru kesuksesan orang lain, (iv) adanya sarana dan prasarana. Oleh karena ini, maka akan di dapatkan cara untuk pemecahan faktor-faktor penyebab profesi sebagai pengemis. Kemudian menghasilkan pemahaman pemahaman tentang Konstruksi Simbolik profesi pengemis yang berguna memecahkan permasalahan kultural, sosial,dan ekonomi yang ditimbulkan dan menindak apabila konstruksi simbolik tersebut tetap dipertahankan.

Copyrights © 2018