Kabupaten Pati merupakan daerah yang rawan terjadi kekeringan, salah satunya adalah kekeringan meteorologis yang berdampak terhadap kekeringan pertanian. Salah satu metode indeks yang umum digunakan untuk analisis kekeringan adalah Standardized Precipitation Index (SPI), dimana menggunakan data curah hujan sebagai data masukan dalam analisnya. Tujuan Penelitian ini adalah; (1) Menganalisis persebaran daerah rawan kekeringan meteorologis di Kabupaten Pati tahun 2008 – 2017, dan (2) Menganalisis pengaruh nilai Southern Oscillation Index (SOI) terhadap kekeringan meteorologis yang terjadi di Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menghitung indeks kekeringan menggunakan Standarized Precipitation Index, lalu membandingkan nilai SOI dengan nilai SPI dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa; (1) Kabupaten Pati merupakan kabupaten yang rawan kekeringan meteorologis bahkan hingga kategori amat sangat kering dengan kecenderungan spasial terjadinya Kekeringan Maksimum di Kabupaten Pati dari tahun 2008 hingga tahun 2017 yakni kekeringan dengan kategori sangat kering hingga amat sangat kering jarang terjadi di Kabupaten Pati bagian timur terutama Kecamatan Jakenan, Jaken, Batangan dan Juwana, Wedarijaksa, dan Trangkil, kecuali pada tahun 2015. Kecamatan selain kecamatan tersebut sangat berpotensi terjadi kekeringan dengan kategori sangat kering hingga amat sangat kering, (2) Kekeringan meteorologis yang melanda Kabupaten Pati sangat dipengaruhi oleh ENSO atau El-Nino Southern Oscillation.
Copyrights © 2018