Latar Belakang: Pasien yang mengalami stroke non hemoragic menunjukan gejala diantaranya yaitu kelemahan saraf, kelemahan otot, kurang gerak, kekakuan sendi, kurang energi, kondisi ini dapat memicu munculnya perubahan kondisi fisik dan psikologis akibat adanya keterbatasan, adanya kelemahan maupun keterbatasan inilah yang akan berdampak pada citra tubuh, sehingga pasien akan mengalami gangguan citra tubuh. Untuk mengatasi kondisi ini dibutuhkan peran perawat untuk memberikan asuhan keperawatan. Tujuan: memberikan gambaran studi kasus pada pasien stroke non hemoragic dengan gangguan citra tubuh di ruang rawat inap rumah sakit X. Metode: karya ilmiah adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 2 pasien stroke non hemoragic yang mengalami gangguan citra tubuh yang dilakukan selama 4 hari untuk masing-masing subyek. Hasil: studi kasus menunjukan adanya penurunkan tanda gejala gangguan citra tubuh pada Pasien 1 sebesar 50% dan pasien 2 sebesar 50%, terjadi peningkatan kemampuan dalam mengatasi gangguan citra tubuh pada pasien 1 sebesar 60% dan pasien 2 sebesar 60%. Rekomendasi: studi kasus ini direkomendasikan sebagai salah satu acuan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan Gangguan Citra Tubuh kepada pada pasien stroke non hemoragik di ruang rawat inap rumah sakit.
Copyrights © 2019