Prosiding University Research Colloquium
Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama

DEKONSTRUKSI CITRA JOKOWI DAN PRABOWO DALAM INSTAGRAM PASCA PEMILU CAPRES DAN CAWAPRES PERIODE 2019-2024

Khairul Syaifuddin (Universitas Gadjah Mada)
Shavira Luh Nadila (Universitas Muhammadiyah Surakarta)



Article Info

Publish Date
21 Oct 2019

Abstract

Pemilu capres dan cawapres periode 2019-2024 di Indonesia telahselesai diselenggarakan. Hasil dari perebutan kursi presiden danwakil presiden telah resmi dimenangkan oleh Jokowi-ma’ruf. Haltersebut menandakan bahwa kontestasi dan perebutan kursi presidendan wakil presiden telah usai. Meski begitu krisis ketidakpuasan atashasil yang diputuskan tersebut terlihat dalam postingan di mediasosial, khususnya instagram. Ketidakpuasan tersebut diperlihatkanmelalui postingan yang dilakukan oleh akun instagram@obrolanpolitik dan @fuadbakh. Kedua akun tersebut berusahamenurunkan citra pemimpin, baik pasangan Jokowi-Ma’ruf maupunPrabowo-Sandi. Penelitian ini berusaha untuk melakukandekonstruksi dari konten yang diposting oleh kedua akun instagramitu. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teoridekonstruksi yang dicetuskan oleh Derrida. Tujuan penelitian iniadalah untuk melakukan dekonstruksi makna atas postingan yang dishare oleh akun instagram @obrolanpolitik dan @fuadbakh mengenai citra politik dari paslon Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi pasca pemilihan umum capres dan cawapres periode 2019- 2024. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalahkualitatif dengan paradigma postkonstruktivisme. Dalam melakukananalisis, peneliti menggunakan metode analisis framing Pan danKosicki dengan memperhatikan struktur teks, perangkat framing, danunit yang diamati. Teknik sampling yang digunakan oleh penelitiadalah purposive sampling dengan memilih 6 postingan yangdiunggah sejak putusan MK dari akun instagram yang menjadi objekpenelitian. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa citra Jokowidapat dilihat tidak semata-mata selalu buruk. Salah satunya dengankeunggulan perolehan suaranya dalam pemilu yang membuatnyadapat memperoleh kepercayaan memimpin Indonesia selama 2periode. Begitu juga sebaliknya citra Prabowo meski di framingburuk namun juga memiliki makna positif. Sehingga dalam strategipembacaan teks secara dekonstruksi, tidaklah menghilangkankonstruksi yang sudah ada, namun memunculkan konstruksi lainyang tidak diperhatikan.

Copyrights © 2019