Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif dari sumber daya alam yang ramah lingkungan. Salah satu limbah pertanian di Indonesia yang jarang dimanfaatkan adalah limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan bioetanol karena mengandung selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besar kecilnya ukuran bahan baku kulit kopi serta metode hidrolisis yang digunakan dalam pembuatan bioetanol. Variabel ukuran yang digunakan adalah 20, 40, dan 60 mesh. Sedangkan variabel metode hidrolisis yang digunakan adalah hidrolisis asam menggunakan HCl dan enzimatik menggunakan enzim α-amylase dan glucoamylase. Pada tahap fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 7 hari menggunakan Zymomonas mobilis. Cairan hasil fermentasi kemudian didistilasi. Distilasi dilakukan dua kali, yaitu distilasi sederhana dan distilasi ekstraktif menggunakan solven dietilen glikol. Hasil distilat diuji kadar etanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit kopi dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dengan proses hidrolisis dan fermentasi, dengan kondisi terbaik pada ukuran kulit kopi 60 mesh, metode hidrolisis enzimatik, dengan rendemen sebesar 24,90% dan kadar etanol mencapai 64,32%.
Copyrights © 2020