Pasar bebas MEA yang menyebabkan persaingan perdagangan menjadi lebih ketat menuntut industriotomotif untuk memiliki daya saing yang tinggi. Suatu model pengukuran kinerja logistik dirancang sebagai alatevaluasi bagi perusahaan komponen otomotif di Indonesia, untuk meningkatkan kinerja logistiknya agar mampubersaing dalam pasar bebas MEA. Perancangan model pengukuran kinerja logistik ini berbasis pada perspektifLogistics Scorecard, dan terbagi dalam dua tahap: mengidentifikasi strategi bisnis rantai pasok-logistik untukmendapatkan KPI, dan menyusun model pengukuran kinerja logistik. Terdapat 23 KPI menurut lima perspektifLogistics Scorecard. Penerapan model menghasilkan skor rata-rata kinerja logistik yang tergolong cukup baikdengan beberapa indikator yang perlu ditingkatkan. Hal ini dapat dijadikan pertimbangan dalam penentuankebijakan dalam rangka meningkatkan kinerja logistik yang berdaya saing.
Copyrights © 2016