Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain

ANALISA PENGENALAN METODE BATIK DINGIN MENGGUNAKAN GUTHA TAMARIN TERHADAP APRESIASI BUDAYA INDONESIA

Nurul Primayanti (Staf Pengajar Universitas Podomoro)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2020

Abstract

Batik is a very valuable cultural heritage from Indonesia and it really needs to be preserved. In this era of globalization, people are very free and quick to receive information not only from local but also international, therefore an appreciation of Indonesian culture, especially batik is needed. Preserving batik is not only for domestic people but also foreign communities. Educating cultures is often done through festivals. On 5-12 September 2018, Indonesia received an invitation from Tiempo IberoAmericano Gallery and NPO Flaming Elephant Fukuoka Japan to send their representatives to the “InteGREAT” art festival held in Fukuoka Japan. Komunitas 22 Ibu including the author, shared their knowledge and experience regarding the cold batik method with Gutha Tamarin to the international community who participated in batik training with Gutha Tamarin. This study uses qualitative methods and descriptive research types. The main data source of this research is the level of cultural appreciation of participants in the cold batik method training using gutha tamarin at the “InteGREAT” Art Festival held in Fukuoka, Japan. Secondary sources are taken from books, journals and other virtual sources as aliterature review. The results showed that the level of appreciation of Indonesian culture could increase with the introduction of the Cold Batik Method using Gutha Tamarin.AbstrakBatik adalah suatu warisan budaya yang sangat berharga bagi warga negara Indonesia dan sangatlah perlu untuk dilestarikan. Di era globalisasi ini masyarakat sangat bebas dan cepat dalam menerima informasi tidak hanya dari lokal tetapi juga internasional, maka dari itudiperlukan apresiasi budaya Indonesia terutama batik. Melestarikan batik tidak hanya untuk masyarakat domestik tetapi juga masyarkat mancanegara. Pengedukasian budaya sering dilakukan melalui festival. Pada tanggal 5-12 September 2018, Indonesia mendapatkan undangan dari Galeri Tiempo Ibero Americano dan NPO Flaming Elephant Fukuoka Jepang untuk mengirimkan perwakilannya dalam festival seni “InteGREAT” yang digelar di Fukuoka Jepang. Komunitas 22 Ibu termasuk penulis berbagi pengetahuan dan pengalamannya mengenai metode batik dingin dengan gutha tamarin kepada masyarakat internasional yangmenjadi peserta pelatihan membatik dengan gutha tamarin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data utama penelitian ini yakni tingkat apresiasi budaya peserta pelatihan metode batik dingin menggunakan gutha tamarin pada Festival Seni “InteGREAT” yang digelar di Fukuoka, Jepang. Sumber sekunder diambildari buku-buku, jurnal dan sumber virtual lainnya sebagai kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tingkat Apresiasi Budaya Indonesia bisa meningkat dengan adanya Pengenalan Metode Batik Dingin menggunakan Gutha Tamarin.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jsrr

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Jurnal Seni dan Reka Rancang Jurnal Ilmiah Magister Desain Produk Universitas Trisakti terbit pertama terbit bulan Nopember 2018. Jurnal ini akan diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Nopember oleh Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain ...