Menafsirkan ungkapan “Allah adalah cahaya langit dan bumi,” al-Ghazâlî mengatakan bahwa Allah-lah satu-satunya yang bisa disebut cahaya, dalam arti yang sebenarnya, dan dalam hal ini Ia adalah unik dan tidak ada yang setara dengan-Nya, karena cahaya-cahaya yang lain bisa disebut cahaya hanya secara alegoris (majâzî). Artikel ini membahas dua topik permasalahan. (a) Bagaiaman biografi Imam al-Ghazâlî, (b) Bagaimana penafsiran dan metode yang digunakan Imam al-Ghazali yang terdapat dalam kitab Misykât al-Anwâr yang digunakan dalam tafsir sufistik. Metode yang digunakan penulis dalam penelitaian ini adalah metode kepustakaan dengan mengkaji kitab karya Imam al-Ghazali. Dari hasil penggalian data, penulis menyimpulkan bahwa Penafsiran alquran tidak hanya secara lahiriyah saja, tetapi juga harus menyingkap ma’na bathiniyah sesuai dengan penafsiran al-Ghazâlî di dalam Kitab Misykât al-Anwâr, sehingga penafsiran yang dilakuksan Imam al-Ghazali. hasilnya lebih komprehensif
Copyrights © 2021