Sebuah bangunan Gedung Convention & Expo Center yang mewadahi kegiatan MICE (Meeting, Incentives, Conference, Exhibition), termasuk yang akan dibangun di Surakarta menjadi salah satu wadah kegiatan pariwisata yang harus mampu menampung pengunjung dalam jumlah yang banyak. Perencanaan sirkulasi harus didasarkan pada kondisi kegiatan yang “full booked”, dimana sangat memungkinkan terjadinya kondisi crowded pada arus sirkulasi pengunjung kegiatan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi komparasi pergerakan pengunjung dalam gedung Convention dan Expo Center. Hasil penelitian menunjukkan perlunya dihadirkan ruang transisi, entrance terpisah, ekspansi daya tampung, serta perencanaan khusus terhadap flow pengunjung dalam jam-jam padat.
Copyrights © 2021