Ruang di luar layar dalam film merupakan ruang yang sifatnya tidak dapat dilihat oleh penonton karena keterbatasan sudut pandang lensa. Karakteristiknya yang tidak dapat dilihat membuat keberadaannya menjadi dikesampingkan. Walaupun peran ruang di luar layar sama besar dengan ruang di dalam layar dalam proses penyampaian cerita, para pembuat film lebih memilih untuk fokus dengan ruang yang terlihat di dalam layar, atau mise-en-scène. Penyebabnya adalah ruang di luar layar memiliki kecenderungan memunculkan multitafsir di kalangan penonton, sehingga peristiwa yang ingin disampaikan pada ruang di luar layar menjadi bias. Namun film tidak dibentuk hanya melalui unsur visual saja. Film memiliki elemen sinematik lainnya yang sebenarnya bisa membantu penonton menyadari keberadaan ruang di luar layar. Salah satu elemen sinematik dalam film adalah suara. Suara bisa menjadi jawaban dalam memperkecil kemungkinan adanya multitafsir dalam pemanfaatan ruang di luar layar pada film. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan observasi sinema dengan pendekatan studi literatur. Sumber datanya adalah produk audiovisual yakni film yang berjudul Cat People (1942) dan Shirin (2008) untuk melihat penggunaan ruang di luar layar yang dikombinasikan dengan teori diegetic off-screen. Sedangkan analisis datanya akan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teori yang digunakan adalah teori gaya film yang terdiri dari mise-en-scène dan suara.
Copyrights © 2022