Jurnal Antropologi Sumatera
Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Antropologi Sumatera, Juni 2019

Model Revitalisasi Kearifan Lokal Tradisi Markusip dalam Membentukan Karakter Remaja Etnis Mandailing

Riadi Syafutra Siregar (Universitas Negeri Medan)
Ratih Baiduri (Unknown)
Robert Sibarani (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Sep 2020

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk: (1) menggambarkan tradisi markusip etnis Mandailing yang sudah hampir menghilang; (2) menemukan model revitalisasi tradisi markusip sebagai cara dalam membentuk karakter remaja Etnis Mandailing. Tradisi Markusip mengandung kearifan lokal yang dapat menjaga generasi muda dari derasnya arus modernisasi. Tradisi ini merupakan tradisi yang hampir punah akibat perkembangan teknologi dan modernisasi sehingga sebagian besar remaja Mandailing tidak lagi menjalankan tradisi ini. Tradisi markusip ini merupakan tradisi yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang mengatur pola hubungan pemuda dan pemudi dengan cara mengenali kepribadian dan karakter masing-masing pasangan tanpa menyalahi atau melanggar norma-norma yang berlaku di dalam adat istiadat Mandailing. Tradisi ini juga sebagai sumber pedoman hidup yang memiliki fungsi untuk saling menjaga hubungan agar tidak melakukan perbuatan asusila dan menjaga kesopanan serta kesantunan dalam bertingkah laku. Dalam performansi tradisi ini menggunakan ungkapan-ungkapan syair atau pantun Mandailing yang sarat akan nilai-nilai saling mengasihi, menghormati, menghargai dan bertanggung jawab. Revitalisasi terhadap tradisi ini dapat dilakukan karena nilai dan fungsi dari suatu tradisi yang telah hilang bisa dilestarikan dan ditransformasikan kepada generasi muda lewat usaha dokumentasi, pelestarian dan pendidikan.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jas

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Antropologi Sumatera (JAS) dikelola oleh Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana Unimed. Jurnal Antropologi Sumatera, terdiri dari edisi cetak dan on-line, adalah jurnal Ilmu Antropologi yang mengkaji masalah-masalah sosial-budaya, khususnya dalam konteks lokal Sumatera. Kontributor ...