Diabetes mellitus (DM) merupakan masalah kesehatan utama penyakit tidak menular karena penambahan kasus yang tinggi dalam waktu yang singkat. Pengendalian DM penting untuk mencegah terjadinya komplikasi pada jantung, mata dan ginjal serta memperberat komorbid tuberkulosis. Pengendalian DM dengan indikator HbA1C pada peserta prolanis di Kota Ternate sangat rendah yaitu hanya 29,3%, oleh karena itu perlu upaya perbaikan untuk mengurangi komplikasi yang mungkin terjadi. Usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan edukasi dan pendampingan secara terus-menerus pada penderita DM. Objective: meningkatkan pemahaman dan peran serta penderita DM peserta prolanis terhadap penanganan DM. Metode: diawali dengan analisa situasi melalui penelitian pendahuluan, dilakukan edukasi tentang penanganan DM dan komplikasinya dan dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Hasil: kegiatan edukasi dilaksanakan di dua tempat yaitu Diabetes Center Kota Ternate dan Puskesmas Kalumpang, peserta sebanyak 87 orang, terbanyak usia diatas 60 tahun 53 orang (60,9%) dan terbanyak berjenis kelamin perempuan 66 orang (75,9%). Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa cara/metode yang digunakan 84% peserta menyatakan baik, 88,2% menyatakan bermanfaat, 94,1% peserta menginginkan program yang berkelanjutan dan 96,1% akan mengikuti program pengobatan sesuai jadwal atau lebih baik. Perlu dilakukan kegiatan dengan skala lebih luas, berkelanjutan dan evaluasi pegendalian pada tahun berikutnya.
Copyrights © 2022