Bandung Conference Series: Law Studies
Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Law Studies

Tanggung Jawab atas Kerugian Pemberian Injeksi Natridin dan Naufalgis oleh Peserta Didik Tanpa Pendampingan Perawat yang Menimbulkan Efek Samping Bagi Pasien Ditinjau dari Undang-Undang Tenaga Kesehatan Dihubungkan dengan Kode Etik Perawat Indonesia

Noor Naifah Salsabila (Fakultas Hukum, Universitas Islam Bandung)
M Faiz Mufidi (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Jan 2022

Abstract

Abstract. This research was motivated by the incident of a baby who almost died from vomiting and weakness and flatulence, allegedly caused by the actions of students who were still practicing nursing at the hospital injecting drugs that were not according to procedures to patients on full nurse orders. Nurses are one of the professions whose services must meet standards of nurcing practice, code of ethics, and morals. If nurses provide health services that do not meet competency standards, they will be considered negligent. Negligence or mistakes made by health workers against patients will result in harm to patients, both material and non-material. This study examines how the losses of patients from giving injections by students who are still practicing nursing in hospitals and how the responsibility for losses from giving injections is reviewed from Law Number 36 of 2014 concerning Health Workers associated with the Indonesia Nurse Code of Ethics. The author uses a normative juridical method that examines secondary data with descriptive analytical research specifications. In addition, the data collection technique used in this research is literature study. The data analysis method in this study is qualitative because it connects one article with another article in the legislation used. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan peristiwa seorang bayi yang nyaris tewas akibat muntah-muntah dan lemas serta perut kembung, diduga disebabkan oleh tindakan mahasiswa yang masih praktik keperawatan di rumah sakit menyuntikkan obat tidak sesuai prosedur kepada pasien atas perintah perawat penuh. Perawat merupakan salah satu profesi yang dalam pelayanannya harus memenuhi standar praktik keperawatan, kode etik, dan moral. Jika perawat memberikan pelayanan kesehatan tidak memenuhi standar kompetensi maka mereka akan dianggap lalai. Kelalaian atau kesalahan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap pasien akan mengakibatkan kerugian terhadap pasien, baik materil maupun non materil. Penelitian ini mengkaji mengenai bagaimana kerugian pasien atas pemberian injeksi oleh mahasiswa yang masih praktik keperawatan dirumah sakit dan bagaimana tanggung jawab atas kerugian dari pemberian injeksi ditinjau dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dihubungkan dengan Kode Etik Perawat Indonesia. Penulis menggunakan metode yuridis normatif yang mengkaji data sekunder dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Selain itu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah kualitatif karena menyambung satu pasal dengan pasal lain dalam peraturan perundang-undangan yang digunakan.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

BCSLS

Publisher

Subject

Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Bandung Conference Series: Law Studies (BCSLS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Ilmu Hukum dengan ruang lingkup diantaranya: Akibat Hukum, Alih Teknologi, Analisis Yuridis Putusan Hakim, Angkutan Jalan, Aparatur Sipil Negara, Fungsi ...