Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN
Vol 1, No 1 (2022)

INDIKASI POTENSI SKANDIUM DI ZONA LIMONIT BLOK TAPUNOPAKA, KONAWE UTARA, SULAWESI TENGGARA

YOSEPH HERWINDO PASKARINO (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta PT ANTAM Tbk)
Sutarto - - (UPN Veteran Yogyakarta)
Joko - Soesilo (UPN Veteran Yogyakarta)
Bronto - Sutopo (PT ANTAM Tbk)



Article Info

Publish Date
06 Aug 2022

Abstract

Skandium di dalam 27,22 juta ton sumberdaya terukur limonit di Blok Tapunopaka dengan kadar rata-rata 91,21 ppm atau setara dengan 2.482 ton skandium, yang masih terus bertambah seiring kegiatan eksplorasi yang terus berjalan, merupakan indikasi potensi yang sangat besar untuk dikembangkan secara ekonomis. Salah satu strategi pengembangannya adalah dengan mengetahui evolusi dan faktor-faktor pengontrol pengkayaannya untuk memastikan arah pendetilan data dalam penyusunan prioritas konservasi cadangan limonit mengandung skandium. Penelitian skandium dilakukan pada zona limonit dan batuan asal dari 200 data ICP OES daerah Konawe Utara termasuk 74 data dari Blok Tapunopaka, 8 data hasil petrografi batuan asal, dan 4 data hasil analisis XRD batuan asal.Batuan asal dari limonit mengnadung skandium adalah harsburgit dan klinopiroksenit. Kandungan skandium dalam batuan asal sangat menentukan kandungan skandium di zona limonit Skandium di zona limonit berkorelasi positif dengan alumunium dengan R2=0,6817, menunjukkan bahwa skandium hadir bersama dan evolusi skandium dipengaruhi oleh alumunium. Dengan tidak ditemukannya batuan basa yang kaya alumunium sebagai batuan asal dan teridentifikasinya lizardit ((Mg,Al)3((Si,Fe)2O5)(OH)4 sebagai mineral yang mengandung alumunium pada harsburgit dan klinopiroksenit maka lizardit diduga kuat sebagai mineral pembawa skandium

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

semitan

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Prosiding yang berisi hasil penelitian di bidang ilmu kebumian dan kelautan, diselenggarakan pada acara Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN) yang dilaksanakan secara tahunan. Pemateri seminar merupakan akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang Kebumian dan Kelautan. aim and scope: ...