Pengembangan profesi pada tenaga kerja fungsional di lembaga pemerintahan menjadi suatu keharusan dalam upaya meningkatkan kualitas mutu dan kesejahteraan yang bermanfaat bagi mutu pelayanan publik. Salah satu dari kegiatan pengembangan profesi ini adalah melalui menulis karya tulis ilmiah (KTI). Keberadaan karya ilmiah menjadi penting karena menjadi prasyarat untuk dapat memperbaiki hierarki kepangkatan dan jabatan seseorang. Melalui hasil tulisan karya ilmiah yang terbit pada jurnal ilmiah yang ditulis secara individual maupun kelompok yang membahas seputar fenomena sosial, dapat menjadi barometer standar kinerja pegawai tenaga fungsional humas pemerintahan untuk mendapatkan insentif pendapatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai motivasi peserta Diklat Iprahumas dalam menulis karya ilmiah. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dalam bentuk sensus kepada seluruh peserta pelatihan penulisan karya ilmiah dengan peserta adalah para pranata humas yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pranata Humas Indonesia. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kusioner kepada para peserta yang dilengkapi dengan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi peserta diklat penulisan KTI Iprahumas masih rendah yaitu sebesar 71.4% belum bisa untuk menulis KTI dikarenakan memiliki keterbatasan mengenai pengetahuan dan pengalaman menulis KTI di jurnal ilmiah. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai penulisan karya ilmiah melalui diklat penulisan karya ilmiah masih rendah yang menyebabkan daya motivasi peserta menjadi berkurang yang salah satunya dibuktikan dengan masih sedikitnya peserta yang mempersiapkan tulisan artikel ilmiah untuk dijadikan objek workshop karya tulis ilmiah.
Copyrights © 2022