Masyarakat Indonesia hingga saat ini belum memiliki pemahaman yang seragam tentang Covid-19. Banyaknya disinformasi seputar Covid-19 menimbulkan ketidakpercayaan terhadap media mainstream dan banyak orang beralih ke media alternatif. Berbagai upaya dilakukan media massa untuk dapat memberikan informasi yang independen dan terpercaya, tetapi banyak faktor yang dipertimbangkan oleh masyarakat dalam memilih media mana yang mereka konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi massa yang diterapkan pada program Update Korona yang tayang di Kompas TV terhadap pemahaman mahasiswa S2 Komunikasi Korporat di Universitas Paramadina mengenai perkembangan Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan survei eksplanatif dengan skala likert, di mana data dianalisis menggunakan teori Uses and Gratifications untuk melihat efektivitas komunikasi massa pada tayangan program Update Korona Kompas TV. Tayangan program Update Korona menjadi variabel independen dan mahasiswa S2 Komunikasi Korporat Universitas Paramadina menjadi variabel dependen. Hasil menunjukkan bahwa tayangan program Update Korona di Kompas TV tidak cukup efektif untuk menambah pemahaman mahasiswa S2 Komunikasi Korporat Universitas Paramadina terhadap Covid-19. Mereka membutuhkan referensi lain untuk mencari informasi tentang Covid-19, karena televisi sudah bukan menjadi media utama mereka.
Copyrights © 2022