This paper is motivated by the handling of terrorism which is considered to have not yet reaped maximum results. This is evidenced by the existence of the war against terrorism ranging from prosecution, law enforcement, deployment of officers to the execution of the death penalty. The purpose of this study is to find out about peace building with a holistic approach carried out by the Lingkar Peace Foundation in Empowering Former Terrorist Convicts as Counter-terrorism. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The subjects in this study were all elements of the peace circle foundation, the government and several community leaders. Collecting data in this study using the method of observation, interviews, documentation. The technique used by the researcher is data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the research in this paper indicate that peace building with a holistic approach is carried out by the Lingkar Peace Foundation in Empowering Former Terrorist Convicts as Counter-terrorism, namely (1) internal group mechanisms, namely personality development, (2) intergroup mechanisms, namely between former terrorism convicts and other terrorism convicts and (3) outside (extra) mechanisms including the community and outside agencies. Furthermore, empowerment is carried out by various approaches, including the approach a). religion and ideology, b). psychology, c). P economics, (d). Socio-cultural, (e). law, (f). Politics, (g). technology and information. Keywords: Ex-convicts, Bina Damai, Counter Terrorism, empowerment Paper ini dilatar belakangi adanya penanganan terorisme yang dianggap belum menuai hasil yang maksimal. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya perang melawan terorisme mulai dari penindakan, penegakan hukum, pengerahan aparat hingga eksekusi hukuman mati. tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui tentang bina damai dengan pendekatan holistik yang dilakukan oleh Yayasan Lingkar Perdamaian dalam Melakukan Pemberdayaan Terhadap Mantan Narapidana Teroris Sebagai Counter-terrorism. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh unsur yayasan lingkar perdamaian, pemerintah dan beberapa tokoh masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dalam tulisan ini menunjukkan bahwa bina damai dengan pendekatan holistik yang dilakukan oleh Yayasan Lingkar Perdamaian dalam Melakukan Pemberdayaan Terhadap Mantan Narapidana Teroris Sebagai Counter-terrorism yaitu (1) mekanisme internal kelompok yaitu adanya pengembangan kepribadian, (2) mekanisme antar kelompok yaitu antara mantan narapidana terorisme dan narapidana terorisme lainnya dan (3) mekanisme di luar (ekstra) termasuk masyarakat dan instansi luar. Selanjutnya pemberdayaan dilakukan dengan berbagai pendekatan antara lain dengan pendekatan a). agama dan ideologi, b). psikologi, c). P ekonomi, (d). Sosial budaya, (e). hukum, (f). Politik, (g). teknologi dan informasi. Kata Kunci: Mantan Napiter, Bina Damai, Penanggulangan terorisme, Pemberdayaan
Copyrights © 2021