Indonesia terdiri dari ribuan pulau ( ± 13.487 Pulau ) yang tersambung dari sabang sampai kota merauke, juga diikuti dengan berbagai suku, bahasa, agama yang berbeda, dan memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pada Provinsi Sulawesi Tenggara dipercaya bahwa terdapat empat suku agung (Tolaki, Muna, Wolio dan Moronene) yang mendiami daerah tersebut. Kabupaten Bombana merupakan daerah yang diketahui sebagai wilayah berpenduduk asli suku Moronene. Di Kabupaten Bombana khususnya Kampo Hukaea Laea terdapat bangunan-bangunan rumah tinggal yang memiliki bentuk khas seperti berbentuk rumah panggung dan masih menggunakan material lokal sebagai struktur dan konstruksinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi kondisi karakteristik dan menemukan bentuk arsitektur rumah yang ada di wilayah adat Moronene kampo Hukaea Laea Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan Rasionalistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh hunian yang ada di wilayah adat Moronene Kampo Hukaea Laea Kabupaten Bombana. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Karakteristik rumah di wilayah adat Moronene Kampo Hukaea Laea jika di lihat dari sistem spasial maka secara umum terdiri dari dua bagian yakni bagian botono (rumah inti) dan dapura (dapur) yang memiliki perbedaan ketinggian lantai. 2) Faktor yang mempengaruhi karakteristik rumah di Kampo Hukaea Laea yakni faktor budaya, faktor ekonomi, faktor teknologi, faktor lingkungan dan faktor peraturan adat.. 3) Bentuk arsitektur rumah yang berada di kampo Hukaea Laea berdasarkan denah maka terbagi menjadi empat bentuk dari keseluruhan sampel. jika di lihat berdasarkan fasad maka yang ditemukan terbagi menjadi dua bentuk. Kata Kunci: Rumah adat, Moronene, Kampo Hukaea Laea, Kabupaten Bombana
Copyrights © 2022