Tuan Guru is an essential part of the Islamic boarding school and is a characteristic of the pesantren community. Tuan Guru's position is not only as a formal leader but also as an informal leader whose job is to empower the community. Tuan Guru also functions as a moral force that participates in providing normative awareness of the community. The purpose of this study was to find out the forms of teacher involvement in politics, the constraints and impacts on Islamic boarding schools in North Lombok Regency. The research method used is qualitative research. The research data is described or described in the form of a description according to the actual situation. There are two sources of data in this research, namely primary data obtained directly from informants and secondary data obtained from books relevant to the problem under study. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out logically and systematically with four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of this study indicate that the form of Tuan Guru's involvement in politics in Islamic boarding schools in North Lombok Regency is intended to spread and maintain Islamic teachings and values, exercise control in society, help solve social problems where Tuan Guru is a problem solver for problems that arise. faced by society, and become agents of social change. In addition, it is carried out in the form of practical politics and indirect politics. Constraints faced are delinquency of students (santri), indiscipline, motivation, unhealthy social environment, attention of parents of students and economic ability of parents of students. and the impact is the increasing social status, can be of wider benefit to the community, can grow new insights and experiences and become more alert or introspective where Tuan Guru being a politician means being a person who is always aware of where the political world is. Tuan Guru merupakan bagian hakiki dari pondok pesantren dan menjadi ciri khas masyarakat pesantren. Kedudukan Tuan Guru tidak hanya sebagai pemimpin formal tetapi juga sebagai pemimpin informal yang tugasnya memberdayakan masyarakat. Tuan Guru juga berfungsi sebagai moral force yang ikut serta memberikan kesadaran normatif terhadap masyarakatnya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bentuk keterlibatan tuan guru dalam politik, kendala dan dampaknya di pondok pesantren Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif Data hasil penelitian dideskripsikan atau dijabarkan dalam bentuk uraian sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Sumber data dalam peneltian ini ada dua yaitu data primer yang diperoleh secara langsung dari informan dan data sekunder diperoleh dari buku-buku yang relevan dengan masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara logis dan sistematis dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk keterlibatan tuan guru dalam politik di pondok pesantren di Kabupaten Lombok Utara adalah dihajatkan untuk menyebarkan dan mempertahankan ajaran dan nilai-nilai Islam, melakukan kontrol dalam masyarakat, membantu memecahkan persoalan kemasyarakatan di mana tuan guru sebagai problem solver bagi persoalan yang dihadapi masyarakat, dan menjadi agen perubahan sosial. Selain itu dilakukan dalam bentuk politik praktis dan politik tidak langsung. Kendala yang dihadapi yaitu kenakalan santri (santri), ketidakdisiplinan, motivasi, lingkungan pergaulan yang tidak sehat, perhatian orang tua santri dan kemampuan ekonomi orang tua santri. dan dampaknya adalah semakin meningkatnya status sosial, dapat bermanfaat secara lebih luas kepada masyarakat, dapat menumbuhkan wawasan dan pengalaman baru dan menjadi lebih waspada atau mawas diri diamana tuan guru menjadi seorang politisi berarti menjadi seorang yang selalu waspada dimana dunia politik.
Copyrights © 2022