Artikel ini menghubungkan arkeologi-ruang dengan geografi manusia untuk menyampaikan pendapat mengenai pentingnya kajian kritis warisan budaya di Indonesia. Titik awalnya adalah arkeologi-ruang Mundarjito (1936-2021). Perkembangan dan konsep arkeologi-ruang kemudian dijelaskan secara singkat, begitu juga perkembangan teori dan konsep geografi manusia dengan perhatian khusus terhadap politik skala. Kedua bahasan singkat ini menjadi dasar untuk memperkenalkan kajian kritis warisan budaya dan membahas urgensi untuk mengembangkan kajian tersebut di Indonesia. Penulis berpendapat Mundarjito telah mengawali bidang kajian yang dapat mendudukkan warisan budaya secara kokoh di lingkungannya, di tengah Wacana Warisan Budaya Otoritatif yang masih mewarnai berbagai peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan praktik pembangunan yang terkait dengan warisan budaya.
Copyrights © 2022