Kritis
2022: EDISI KHUSUS - DARI ARKEOLOGI, RUANG MUNDARJITO KE SITUS WARISAN BUDAYA INDONESIA

ISLAM DI NUSANTARA: BERMULA DARI PERMOHONAN MAHĀRĀJA ŚRĪWIJAYA PADA ABAD KE-10 MASEHI




Article Info

Publish Date
28 Oct 2022

Abstract

Sejak abad ke-1 Hijriah atau abad ke-7 Masehi, kawasan Asia Tenggara mulai berkenalanan dengan “tradisi” Islam, meskipun frekuensinya tidak terlalu besar. Pengenalan ini berlangsung sejalan dengan munculnya para saudagar Muslim di beberapa tempat di Asia Tenggara. Bukti tertua adanya “komunitas” Muslim di Asia Tenggara adalah dua buah makam yang bertarikh sekitar abad ke-5 Hijriah/ke-11 Masehi di Pandurangga (kini Panrang, Viet Nam) dan di Leran (Gresik, Indonesia). Kehadiran Islam secara lebih nyata di Nusantara terjadi pada sekitar abad ke-13 Masehi, yaitu dengan adanya makam dari Sultan Mālik as-Saleh yang mangkat pada bulan Ramadhan 696 Hijriah/1297 Masehi. Ini berarti bahwa pada abad ke-13 Masehi di Nusantara sudah ada institusi kerajaan yang bercorak Islam. Para saudagar Muslim sudah melakukan aktivitas dagangnya sejak abad ke-7 Masehi. Beberapa kerajaan Hindu dan Buddha di Nusantara sudah melakukan hubungan dagang dan diplomatik dengan kerajaan-kerajaan Islam di Timur Tengah. Bukti-bukti arkeologis yang mendukung ke arah itu ditemukan di Laut Jawa dekat Cirebon. Di antara komoditi perdagangan yang asalnya dari Timur Tengah ditemukan indikator “keislaman” yang berupa sebuah cetakan tangkup (mould) yang bertulisan asma’ul husnah. Meskipun sebagian besar masyarakat Indonesia menganut paham Sunni, namun pada prakteknya saat ini di Sumatra dan Jawa “menganut” paham Syi’ah. Data arkeologis menunjukkan bahwa Islam yang masuk ke Nusantara berasal dari Persia melalui Gujarat, kemudian dibawa oleh para saudagar ke Asia Tenggara, khususnya Nusantara dan Semenanjung Tanah Melayu.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

kritis

Publisher

Subject

Social Sciences Other

Description

KRITIS adalah Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin (Journal of Interdiciplinary Development Studies) yang isinya berkaitan dengan pembangunan sebagai proses multidimensional yang melibatkan reorientasi dan reorganisasi kemasyarakatan secara keseluruhan, yang mencakup penjaminan pilihan-pilihan ...