Jurnal Good Governance
Vol 18, No 2 (2022): September

STRATEGI PENGUATAN SDM DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Tjetjep Yudiana (Widya Iswara Ahli Utama Pada BPSDM Provinsi Kepulauan Riau)



Article Info

Publish Date
14 Oct 2022

Abstract

Prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2019 (16.8%), menurun pada tahun 2021 menjadi 17,6%. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif, bertujuan menghasilkan suatu rekomendasi sebagai strategi untuk meningkatkan kompetensi SDM agar target nasional (14%) dapat dicapai pada tahun 2024. Berdasarkan SSGBI, intervensi spesifik di Provinsi Kepri dengan kategori lebih baik dari rata-rata nasional adalah; pemeriksaan kehamilan (94,6%), pemberian Fe (94%), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ibu hamil (100%), Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (97,7%), persalinan di fasilitas kesehatan (95,5%), kunjungan neonatal (101,7%), ASI eksklusif (58%), PMT Balita (98,7%) imunisasi (89,6%). Intervensi yang masih lebih rendah dari rata-rata nasional adalah: penimbangan Balita di Posyandu (56,7%) dan pemberian vitamin A (60,4%). Intervensi sensitive yang sudah terlaksana dengan baik dibandingakan dengan rata-rata nasional adalah; KB pasca persalinan (39,6%), akses terhadap air minum yang layak (90,41%), dan persentase kemiskinan (5,75%). Sedangkan intervensi sensitive yang masih perlu mendapat perhatian adalah; Program JKN (80,2%), akses terhadap sanitasi dasar (78,0%) dan indeks ketahanan pangan (62,7%). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi penguatan SDM dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Kepulauan Riau?. Berdasarkan FGD dan wawancara terhadap informan, dengan analisis SWOT diperoleh informasi; Kekuatan berupa; adanya dukungan SDM bersumber masyarakat, dukungan tim penggerak PKK dengan kampanye “Gemarikan” dan adanya program pengembangan pangan lokal berbasis pertanian. Kelemahan berupa; rendahnya kapasitas pelatihan bagi tenaga kesehatan dan kader, belum memiliki modul pembelajaran praktis dan Kompetensi kader dalam penganekaragaman pangan belum memadai. Peluang berupa; berkembangnya media pembelajaran berbasis digital, Berbagai jenis ikan laut relatif murah dan mudah dijangkau dan adanya bantuan modal bagi UMKM. Sebagai ancaman berupa: masih banyak masyarakat yang keliru memahami stunting, terjadi penolakan menggunakan fasilitas sanitasi dan Banyak yang merasa bosan mengkonsumsi biskuit PMT dari pemerintah dalam waktu yang cukup lama. Strategi utama yang direkomendasikan pada penelitian ini adalah: 1. Mengembangkan media pembelajaran dengan Sistem Informasi Penanggulangan Stunting (Silangsing) berbasis digital sebagai salah satu sarana pendukung untuk menguatkan kompetensi SDM baik bagi tenaga kesehatan, para kader maupun masyarakat umum yang dapat diakses melalui gadget android sesuai dengan menu yang disediakan berupa; Menu Pemetaan Stunting, Menu Buku Saku, Menu Halo Stunting, Menu PMT dan Menu Pojok Aksi. 2. Tim Penggerak PKK provinsi dan kabupaten/kota melakukan penguatan kapasitas kader dalam penganekaragaman Gizi PMT melalui pelatihan dan praktek memasak PMT Gizi bagi Ibu hamil, ibu menyusui dan bagi Balita. 3. Memberikan prioritas bantuan modal dengan pinjaman tanpa bunga bagi UMKM yang bergerak dalam diversifikasi pangan lokal seperti sagu, ikan, rumput laut dan berbagai pangan lokal inovasi baru lainnya yang digunakan sebagai bahan dasar dalam mengembangkan produksi usahanya, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat, prevalensi stunting menurun dan terwujudnya SDM Provinsi Kepri yang sehat dan tangguh.Kata Kunci: Jurnal SDM; Stunting

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

gg

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Good Governance (GG) is a scientific journal which publishes original articles on the most recent knowledge, researches, or applied researches and other development in fields of academic practitioners to discuss about public administrations and ...