Tulisan ini merupakan tinjauan komparatif lagu “Papatet” gaya Bojongherangan dengan Pasarbaruan atau Kauman. Sejauh ini, belum banyak orang yang mengetahui perbedaan dari kedua gaya tersebut. Untuk mengetahui perbedaannya, maka dua lagu tersebut akan dikomparasikan dengan cara dianalisis secara musikal dilihat dari struktur dongkari. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa penggunaan dongkari pada gaya bojongherangan lebih sederhana dibandingkan dengan gaya pasarbaruan. Penggunaan dongkari pada setiap gaya cukup mencerminkan identitas dan karakter sesuai dengan kedua gaya tersebut. Hal ini menjadi sebuah kerja dokumentasi guna pelindungan dan pelestarian budaya khususnya pada gaya bojongherangan yang kini hampir mengalami kepunahan. Kata kunci: Gaya bojongherangan, Gaya pasarbaruan, Tembang Sunda Cianjuran, dan Dongkari.
Copyrights © 2021