Penelitian ini merupakan hasil komparasi garap sindenan dalam inggah gending Lonthang, dengan menggunakan pendekatan garap oleh Rahayu Supanggah. Dalam penelitian ini dihasilkan bahwa ada dua versi tafsir garap sindenan; yang pertama versi Martapangrawit; sedangkan yang kedua merupakan versi Mlayawidada. Dari kedua versi tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa seorang pesinden dapat menggarap atau menafsir sebuah balungan dengan tafsir ambah-ambahan sedang dan besar, mengacu pada kasus kedua versi tersebut.
Copyrights © 2022