Anemia termasuk ke dalam masalah kesehatan dunia terutama pada negara berkembang, yaitu Indonesia. Risiko anemia banyak dialami pada siklus kehidupan ibu hamil dan remaja. Prevalensi anemia di Indonesia pada perempuan naik dari tahun 2013 – 2018, termasuk pada usia produktif yaitu 15-49 tahun. Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Fathul Baari Kota Bekasi. Bahan dan metode : desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah 40 responden. Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Fathul Baari Kota Bekasi. Hasil penelitian: tidak ada hubungan antara pendidikan ayah dan ibu, asupan protein, vitamin C, zat besi, konsumsi TTD, status gizi, pengetahuan anemia, dan lama menstruasi dengan kejadian anemia (p 0,05). Kesimpulan: secara statistik tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ayah dan ibu, asupan protein, vitamin C, zat besi, konsumsi TTD, status gizi, pengetahuan anemia, dan lama menstruasi dengan kejadian anemia. Untuk santriwati diharapkan dapat memperdalam pengetahuan tentang anemia dan menambah variasi menu makanan terutama lauk hewani dan nabati, serta menambah jumlah porsi makan agar kecukupan protein dan zat besi terpenuhi agar terhindar dari risiko gejala anemia.
Copyrights © 2022