Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh stres kerja terhadap turnover intention. Dari beberapa teori dan penelitian terdahulu menyebutkan bahwa ada pengaruh stres kerja terhadap turnover intention. Maka dari itu peneliti tertarik melakukan penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang dibagikan kepada 16 karyawan sebagai sampel yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Kuesioner ini disebarkan dengan menggunakan google formulir. Setelah instrumen penelitian ini dijawab oleh karyawan, maka hasil yang diperoleh diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS 20 dan skala pengukurannya yaitu skala likert. Setelah dilakukan olah data dan uji atas kualitas instrumen dan kualitas data maka dapat ditemukan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Dan berdasarkan analisa peneliti bahwa stres kerja yang dialami seseorang saat bekerja bisa timbul karena banyaknya tekanan atas pekerjaan baik itu beban pekerjaan yang banyak dan berat ataupun tekanan dari rekan kerja sendiri. Dengan banyaknya tekanan tersebut membuat karyawan merasa tidak sanggup untuk memikul beban yang dirasa berat dan akhirnya mengundurkan diri dan terjadilah turnover intention (perpindahan karyawan). Dan ini lebih rentan terjadi pada karyawan yang berusia muda dan yang baru mulai masuk ke dunia kerja. Kata Kunci: stres kerja, turnover intention
Copyrights © 2022