Hepatotoksisitas adalah kejadian di mana sel-sel di dalam hati mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh senyawa bersifat toksik. Pemakaian obat anti tuberkulosis menjadi salah satu penyebab tersering kejadian hepatotoksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek samping hepatotoksisitas akibat pemakaian OAT pada pasien tuberkulosis di RS X Yogyakarta pada tahun 2021. Metode penelitian yaitu deskriptif observasional dengan mengukur parameter laboratorium SGOT, SGPT, bilirubin total, dan hemoglobin pada bulan ke 2, 4, dan 6 pengobatan. Subyek adalah pasien tuberkulosis yang menggunakan obat antituberkulosis kriteria 1. Analisis data demografi dan kejadian hepatotoksisitas dilakukan dengan analisis univariat yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan diagram menggunakan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian pada 11 pasien tuberkulosis menunjukkan nilai rata-rata SGOT bulan ke 2, 4, dan 6 sebesar 28,88±10,27 U/L, 21,9±4,58 U/L, dan 32,7±41,90 U/L. Nilai rata-rata SGPT bulan ke 2, 4, dan 6 sebesar 20,75±13,37 U/L, 13±5,23 U/L, dan 28,60±56,09 U/L. Kadar rata-rata bilirubin total bulan ke-2, 4, dan 6 diperoleh 0,6±0,18 mg/dL, 0,8±0,35 mg/dL, dan 0,9±0,43 mg/dL. Sedangkan rata-rata nilai hemoglobin bulan ke 2, 4, dan 6 sebesar 13,2±1,56 gr%, 14,08±1,35 gr%, dan 13,67±1,39 gr%. Kesimpulan yang dapat diambil adalah tidak terjadi kenaikan kadar SGOT, SGPT dan bilirubin total serta tidak terjadi penurunan kadar hemoglobin pada tiap bulan pengobatan tuberkulosis.
Copyrights © 2022