Profesi arsitek adalah profesi yang memiliki peran penting dalam mewujudkan perkembangan berkelanjutan. Arsitek harus mampu berkontribusi dan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan binaan bekelanjutan di Indonesia. Maka dari itu, pendidikan arsitektur adalah salah satu cara untuk melahirkan arsitek handal. Pendidikan arsitektur saat ini telah banyak diwariskan dari sistem-sistem pendidikan arsitektur di masa lalu, seperti: sistem pendidikan Beaux-Art hingga pendidikan sistem learning by doing. Sistem pendidikan arsitektur dengan metoda studio diharapkan akan melahirkan para arsitek yang professional. Pada kasus ini, peneliti menggunakan metoda mixed method, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data-data akan dikumpulkan dengan metoda (a) observasi, (b) Interview, dan (c) quisioner. Data-data tersebut kemudian dianalisa dengan metoda quantitative agar mendapatkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh mahasiswa studio arsitektur ketika menjalani proses belajar studio. Tabulasi data-data kuantitatif akan dikorelasikan dengan nilai mahasiswa yang sedang menjalani studio tersebut. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa tingkat kebutuhan fasilitas studio arsitektur yang tertinggi adalah (1) komputer atau digital arsitektur, (2) bilik khusus, (3) kecepatan internet, (4) Air Conditioning, (5) pencahayaan ruangan yang cukup.
Copyrights © 2022