Ketidakcocokan (mismatch) antara lampu ukur ketika sebuah fotometer atau lux meter dikalibrasi dengan lampu sumber ketika fotometer digunakan dalam pengukuran dapat menyebab eror atau kesalahan. Saat ini belum ada metode umum yang dapat digunakan untuk mengoreksi kesalahan ini. Metode yang direkomendasikan oleh Komisi Internasional untuk Pencahayaan (Commission Internationale de l’Eclairage - CIE) cenderung rumit dan hanya dapat diimplementasikan pada lembaga metrologi nasional saja. Dalam penelitian ini dikemukakan metode untuk mengoreksi kesalahan ketidakcocokan menggunakan korelasi antara nilai indeks ketidakcocokan lazim (???) dengan nilai faktor koreksi ketidakcocokan spektral (??). Nilai ??? dan ??dihitung dari profil-profil responsivitas spektral fotometer sampel yang banyak digunakan di Indonesia. Berdasarkan profil tersebut dibuat model simulasi Monte Carlo untuk mendapatkan sebaran nilai ??pada berbagai nilai indeks???. Menggunakan 2 × 10? pengacakan dan 20 kali perulangan, didapatkan nilai ketidakpastian dari komponen faktor koreksi ketidakcocokan spectral sebesar 0,002%, 0,044% dan 0,203% untuk sumber cahaya berupa lampu pijar (tungsten halogen), lampu fluorescent dan lampu LED. Kontribusi komponen ?? terhadap ketidakpastian pengukuran tingkat pencahayaan adalah sebesar 0,011% untuk lampu pijar (tungsten halogen), 0,2% untuk lampu fluorescent dan 2,5% untuk lampu LED.
Copyrights © 2022