Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan pihak Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Tembalang, Semarang. Mayoritas santri dan santriwati melakukan penambahan instalasi listrik pada kamarnya untuk berbagai keperluan, namun belum sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini terjadi karena memang biasanya penambahan instalasi listrik ditangani oleh petugas ahli listrik. Para santri dan santriwati juga belum banyak mengetahui tentang penggunaan listrik untuk keperluan penerangan yang aman dan benar dan bagaimana langkah yang tepat untuk melalukan pengukuran konsumsi energi listrik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Teknik Elektro mengadakan sosialisasi tentang cara mengidentifikasi kemungkinan terjadi bahaya kebakaran yang disebabkan karena korsleting listrik di rumah, mulai dari perencanaan pembangunan suatu ruangan dan instalasinya hingga cara menggunakan peralatan listrik yang aman dan benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan penjelasan secara langsung terkait materi sosialisasi dan pemberian leaflet sebagai media penunjang sosialisasi, serta dengan diskusi dengan para santri dan santriwati seputar materi yang telah dijelaskan sebelumnya. Hasil dari diadakannya kegiatan sosialisasi ini adalah kesadaran santri dan santriwati mengenai pentingnya menghemat energi listrik dan pentingnya instalasi listrik yang benar dan aman semakin meningkat, sehingga diharapkan dapat meminimalisir terjadinya peristiwa tersetrum atau korsleting yang berpotensi membahayakan nyawa dan memicu terjadinya kebakaran.Kata kunci : edukasi, instalasi listrik, penggunaan listrik, penghematan energi listrik, korsleting, bahaya kebakaran
Copyrights © 2022