Peristiwa patriotik bersejarah banyak yang berlalu tanpa kesan mendalam bagi masyarakat, ada yang hanya sekedar terekam dalam buku-buku sejarah, ada yang terserat dalam goresan kertas-kertas kuno dan tak lagi dapat terbaca karena lapuk, rusak dan punah dimakan usia. Manuskrip Bulaenna Parangia yang telah selesai terbaca dan teridentifikasi dengan baik akan makna dan kandungannya. Ternyata berkisah tentang kepahlawanan masyarakat Selayar yang dilestarikan melalui nyanyian sinrilik. Melalui kajian terhadap nilai-nilai patriotisme yang terkandung dalam isi manuskrip tersebut. Terungkaplah adanya keberanian, pengorbanan dan kesetiaan raja Tanete atau bergelar Bulaenna Parangia yang dikisahkan melalui sinrilik sebagai suatu inspirasi hidup bagi masyarakat Selayar. Kejadian serupa dengan itu pun dikisahkan juga melalui pengorbanan para pemuda yang gugur ketika mengusir penjajah Belanda dari bumi Selayar pada tahun 1946. Keberanian dan pengorbanan itu disusul lagi dengan komitmen para raja untuk menyerahkan kekuasaannya kepada sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serangkaian persembahan keberanian, pengorbanan dan kesetiaan tersebut merupakan ekspresi nyata dari komitmen kebangsaan masyarakat lokal sebagai buah dan teladan dari patriotisme pendahulunya, sebagaimana tergambar dari keberanian, pengorbanan dan kesetiaan Bulaenna Parangia yang juga rela menyerahkan jiwa raganya untuk membela bangsa yang dicintainya
Copyrights © 2022