Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol 8, No 2 (2022)

PATRIOTISME BULAENNA PARANGIA: AKAR HISTORIS PENGUATAN KOMITMEN KEBANGSAAN MASYARAKAT LOKAL

Andi Maryam (Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sulawesi Selatan)
Muh Subair (Pusat Riset Khasanah Keagamaan dan Peradaban Badan Riset da Inovasi Nasioanal)



Article Info

Publish Date
12 Dec 2022

Abstract

Peristiwa patriotik bersejarah banyak yang berlalu tanpa kesan mendalam bagi masyarakat, ada yang hanya sekedar terekam dalam buku-buku sejarah, ada yang terserat dalam goresan kertas-kertas kuno dan tak lagi dapat terbaca karena lapuk, rusak dan punah dimakan usia. Manuskrip Bulaenna Parangia  yang telah selesai terbaca dan teridentifikasi dengan baik akan makna dan kandungannya. Ternyata berkisah tentang kepahlawanan masyarakat Selayar yang dilestarikan melalui nyanyian sinrilik. Melalui kajian terhadap nilai-nilai patriotisme yang terkandung dalam isi manuskrip tersebut. Terungkaplah adanya keberanian, pengorbanan dan kesetiaan raja Tanete atau bergelar Bulaenna Parangia  yang dikisahkan melalui sinrilik sebagai suatu inspirasi hidup bagi masyarakat Selayar. Kejadian serupa dengan itu pun dikisahkan juga melalui pengorbanan para pemuda yang gugur ketika mengusir penjajah Belanda dari bumi Selayar pada tahun 1946. Keberanian dan pengorbanan itu disusul lagi dengan komitmen para raja untuk menyerahkan kekuasaannya kepada sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Serangkaian persembahan keberanian, pengorbanan dan kesetiaan tersebut merupakan ekspresi nyata dari komitmen kebangsaan masyarakat lokal sebagai buah dan teladan dari patriotisme pendahulunya, sebagaimana tergambar dari keberanian, pengorbanan dan kesetiaan Bulaenna Parangia  yang juga rela menyerahkan jiwa raganya untuk membela bangsa yang dicintainya

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

pangadereng

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora is an open access, a peer-reviewed journal published by Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan. ...