Tulisan ini akan mengurai konsep masyarakat madani dan dikaitkan dengan politik demokrasi di Indonesia. Secara historis, masyarakat madani merupakan konsepsi yang memiliki epistemologi berbeda bila dikaitkan dengan konsep civil society di Barat. Namun demikian, konsep ini merupakan terma yang dapat disepadankan dengan civil society, dengan konstruksi teoritis yang memuat prinsip dan nilai-nilai keislaman dan dikontekstualisasi dengan realita kehidupan demokrasi di Indonesia. Kajian ini memakai perspektif sekaligus pendekatan sosiologi politik. Kajian ini menarik beberapa kesimpulan. pertama, Masyarakat Madani mengandung berbagai unsur penting yang menyangkut tatanan peradaban masyarakat, tidak hanya dimaksudkan sebagai pengontrol saja. Namun dalam kasus ini, terutama sekali di Indonesia, mewujudkan konsep Masyarakat Madani harus dimulai dari membetuk kemandirian dan idealitas dalam cara pandang hidup berbangsa dan bernegara. Selebihnya, harus ada kesadaran universal tentang kemajemukan dengan menanamkan dan menguatkan pemikiran pluralisme, kerjasama antar golongan. Kedua, masyarakat madani dapat menjadi ruang publik yang tidak berada pada jalur formal untuk kembali menyuarakan keinginan dan harapan rakyat secara lebih tegas dan berani. Masyarakat Madani memberikan ruang reformasi, maka demikian juga Masyarakat Madani memberikan ruang pergerakan yang lebih ekstrim yang bernama reformasi. Masyarakat Madani memberikan arti penting bagi menggapai cita-cita untuk masa depan bangsa Indonesia.
Copyrights © 2021