Redaksi perintah “membaca” dalam Al-Qur’an berbeda-beda, namun memiliki esensi yang sama, yaitu “qirâ’ah”, “tartîl” dan “tilâwah”. Untuk memahami dengan benar perbedaan tersebut perlu penelitian dan analisa yang mendalam dengan penelitian kepustakaan (library research), terutama dari aspek kebahasaan dan tafsir-tafsir. Redaksi “qira’ah” merupakan sebuah aktifitas intelektual yang terus menerus, mendalam dan intensif, yang meliputi membaca, menghafal, meneliti dan memahami. Adapun kata “tartîl” merupakan perintah bacaan yang berkualitas, yaitu sesuai dengan kaidah-kaidah membaca Al-Qur’an (ilmu tajwid), sehingga bacaan tersebut menjadi jelas, benar dan sesuai dengan aturan (kaidah). Sedangkan lafazh “tîlâwah” merupakan perintah untuk mengikuti bacaan dan hafalan yang benar tersebut dengan pemamahan dan amalan, sehingga redaksi tersebut mencakup iman dan amal shaleh.
Copyrights © 2022