Pandemi Covid-19 mengakibatkan peningkatan jumlah perempuan yang keluar dari pasar tenaga kerja. Dengan menggunakan data sakernas panel tahun 2019-2020, penelitian ini untuk mengestimasi faktor penentu perempuan keluar dari pasar tenaga kerja dengan menggunakan regresi logistik. Hasil yang diperoleh bahwa keberadaan balita, status pekerjaan sebagai self employed, penggunaan internet, dan tempat bekerja di rumah akan meningkatkan peluang perempuan keluar dari pasar tenaga kerja pada masa pandemi-Covid-19. Sedangkan status perempuan sebagai kepala rumah tangga, status pekerjaan sebagai buruh/karyawan, pendidikan tinggi, dan penggunaan teknologi digital akan manurunkan peluang perempuan keluar dari pasar tenaga kerja pada masa pandemi Covid-19.
Copyrights © 2022