Fenomena ketidak-berdayaan masyarakat tampak jelas kita lihat tetapi perlakuan terhadap fenomena tersebut tampaknya tidak jelas. Di satu pihak, selama ini terdapat banyak program yang dikatakan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat tetapi di lain pihak, masih banyak sekali kaum papa yang hidup dalam lingkaran kemiskinan, bahkan terus bertambah njumlahnya. Tidak ditemui adanya hasil evaluasi yang menyeluruh mengenai bagaimana proses pemberdayaan ini berjalan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi masyarakat tentang Program Pengembangan Kecamatan, sebagai satu program yang mengklaim sebagai program pemberdayaan masyarakat, Hasilnya, mereka cenderung menilai program yang mereka terima bersitat ekonomis, cukup berhasil, namun pemerintah adalah instansi yang paling berwenang untuk membuat program dan masyarakat sebaliknya sehingga kita dapat mengatakan bahwa masyarakat cenderung tidak berdaya dalam proses pelaksanaan program. Oleh karena itu, implikasinya adalah peran pemerintah cukup sebagai fasilitator saja, sementara masyarakat harus dibuat lebih aktif sehingga dapat secara nyata memiliki program. Konsekuensinya, institusi asli lokal harus direvitalisasi sehingga mereka dapat mendesain program yang mereka butuhkan bagi pemberdayaan mereka.
Copyrights © 2003