Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung biji nimba terhadap: 1) populasi hama putih palsu, 2) intensitas serangan hama putih palsu, dan 3) hasil panen pada sistem budidaya padi monokultur, mina padi penyelang dan tumpang sari. Pelaksanaan penelitian di Desa Kutasari Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas, mulai bulan Juli - Desember 2003. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga kali ulangan. Petak utama terdiri atas tiga macam sistem budidaya, yaitu: (A ) padi monokultur, (A ) mina padi 0 1 penyelang dan (A ) mina padi tumpang sari. Anak petak adalah dosis tepung 2 biji nimba, terdiri atas tiga taraf yaitu: (D ), 0 kg/ha, (D ) 20kg/ha, dan (D ) 0 1 2 40 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama putih palsu lebih tinggi pada areal yang tidak disemprot dengan tepung biji nimba pada budidaya monokultur daripada mina padi. Intensitas serangan hama putih palsu tergolong ringan pada padi monokultur dan mina padi yang disemprot dengan tepung biji nimba. Hasil panen tertinggi dijumpai pada perlakuan dosis tepung biji nimba 20 kg/hektar dengan sistem budidaya mina padi penyelang yaitu rata-rata 4,16 ton/ha padi dan 7.500 ikan/ha.
Copyrights © 2004