Di Indonesia usaha tani jagung diusahakan oleh para petani dalam skala kecil dan tersebar dalam suatu hamparan. Penignkatan produksi jagung memiliki kaitan dengan tuntutan konsumen seiring dengan tumbuhnya industry pangna dan pakan yang menggunakan bahan baku jagung. Peningkatan produktifitas juga berkaitan dengan introduksi kultivar hibrida dan perbaikan bididaya jagung. Produktifitas tenaga kaerja pada usaha tani jagung menurut usaha kultifar yang dibudidayakan petani, tingkat efisiensi penggunakan factor produksi, dan skala usaha pada usaha tani jagung. Survey diKecamatan terogong, kabupaten garut jawa barat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan daftar pertanyaan kepada petani dengan respon terpilih, dan dilaksanakan pada bulan maret s.d Mei 2001. Analisis data menggunakan F anova, uji t dan uji LSD. Produktifitas tenaga kerja pada usaha tani jagung berbeda menurut kultifar; usaha tani jagung kultifar hibrida dan produktif dan lebih efisien dengan kultifar lainya. Pada kultifar hibrida luas lahan SP-#^. KCI, pestisida belum efisien dan benih urea tenaga kerja tidak efisien, pada kultifar komposit, luas lahan benih, urea, KCI, pestisida tenaga kerja belum efisien dan SP -36 tidak efisien. Pada kultifar local, luas lahan, pestisida belum efisien dan benih urea SP â 36 KCI, tenaga kerj atidaj efisien. Saran : sebaiknya para petani jagung menggembangkan kultifar hibrida.
Copyrights © 2002